Minggu, 6 September 2026
spot_img
BerandaBudayaKi Ompong Soedharsono: Sabhyanadipala, Gerakan Nyata Berdaulat Dalam Berkebudayaan

Ki Ompong Soedharsono: Sabhyanadipala, Gerakan Nyata Berdaulat Dalam Berkebudayaan

ALINEASATU.ID, Tuban – Deklarasi Sabhyanadīpala menjadi kolaborasi lintas elemen dan pelaku yang telah digelar di dua desa, yakni Ngadirejo, Rengel dan Kebomlati, Plumpang Tuban dengan meriah dan sakral berbalut semangat menjaga lingkungan, sejarah dan budaya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Kehadiran masyarakat hingga Forkopimda, pemerhati lingkungan, sejarah dan budayawan menjadikan gelaran deklarasi bukan hanya bersukacita, namun menjadi torehan kebangkitan kepedulian kepada alam beserta isinya.

Dalang Wayang Blang Bleng, Ki Ompong Soedharsono mengatakan, gerakan sederhana ini sangatlah nyata dalam berkebudayaan. Dengan ini berhasìl mengikis rasa minder dan gengsi.

“Saya punya pandangan tentang pelaksanaan Shabyanadipala. Sebagai masyarakat umum saya sangat mendukung, sebab acara ini cara nyata, melakukan gerakan sederhana berdulat dalam berkebudayaan. Ditengah gempuran rasa minder dan gengsi mengakui akan jati diri identitas kultural, mungkin dengan cara melakukan gebrakan tersebut, membuktikan bahwa dinamika akar sosial budaya tradisi masyarakat kita masih ada dan sangat relevan. Dan acara tersebut bagian kemasan strategi untuk edukasi kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurut Ki Ompong, kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam gelaran kebudayaan bisa menjadi penguatan dalam pelestarian kebudayaan. Setiap kegiatan kebudayaan pemerintah hadir bersama masyarakat.

“Ke depan setidaknya pihak pemerintah bukan hanya sekedar mendukung secara seremonial saja, akan tetapi mendukung dengan memberikan akses kemudahan agar masyarakat bisa tetap melakukan ‘Nglakoni Budaya’. Peran serta pemerintah bukan hanya sekedar pendampingan saja, tetapi harus ikut andil berhandarbeni. Dan ini bagian dari wujud nyata pelestarian budaya,” tambahnya.

Ucapan rasa syukur terlontar dari Ki Ompong bisa berkolaborasi. Ia berpesan supaya masyarakat Tuban tetap konsisten dalm berbudaya.

“Sebagai pelaku pertunjukan seni, saya sangat berterima kasih bisa ikut membersamai acara ini. Terpenting, tetaplah warga Ngadirejo, Rengel dan Kebomlati, Plumpang Tuban, tetap konsisten menyalakan spirit nilai pesan moral yang tersirat dalam gelaran rersebut. Ini bagian pusaka Slsuci warisan Adiluhung Budi Pekerti,” pungkas Ki Ompong Soedharsono selepas memainkan wayang.

Pertunjukan wayang Ki Ompong Soedharsono di gelaran deklarasi memainkan ‘Merti Katresnan & Umbul Dungo’ yang menceritakan tentang membangun rasa cinta dengan melakukan laku lelaku disertai memanjatkan harapan dan doa. (*)

suyono
suyonohttp://alineasatu.id
Alinea satu Media adalah portal berita online nasional.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular