ALINEASATU.ID, Tuban — Gelaran Deklarasi Sabhyanadipala yang sukses digelar di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, dan Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, tak lepas dari kekompakan dan keguyuban warga, panitia, serta komunitas yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Salah satu pengisi acara yang berhasil menarik perhatian sekaligus membuat hadirin merinding yakni penampilan sulap dan debus yang dibawakan M. Saiful atau yang akrab disapa Kang Ipul.
Kang Ipul terlebih dahulu menyuguhkan pertunjukan sulap yang menghibur dan mengundang antusiasme penonton. Suasana kemudian berubah lebih menegangkan ketika ia melanjutkan aksinya dengan atraksi debus.

Kang Ipul saat tampil di depan undangan dan masyarakat. (Foto: Sabyanadipala)
Dalam pertunjukan tersebut, Kang Ipul memperlihatkan kemampuan ketahanan tubuh menghadapi sejumlah benda ekstrem dan senjata tajam, di antaranya bor, tusuk besi, hingga golok. Aksi tersebut sontak membuat penonton tegang sekaligus terpukau.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia bisa diberikan kesempatan tampil dalam acara yang menurut saya sangat sakral ini. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan di desa saya sendiri, Kebomlati. Bisa ikut menjadi bagian dari acara ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Kang Ipul, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menilai Deklarasi Sabhyanadipala bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menghadirkan rangkaian yang lengkap karena menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan, sejarah, dan kebudayaan.
“Bagi saya, kegiatan seperti Deklarasi Sabhyanadipala ini sangat lengkap. Ada kepedulian terhadap lingkungan, ada sejarah, dan ada budaya yang diangkat. Hal seperti ini sangat penting untuk terus dijaga. Sudah selayaknya masyarakat, terutama generasi muda, ikut melestarikan kebudayaan agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Penampilan Kang Ipul yang memukau tersebut juga bukan hasil persiapan dalam waktu singkat. Ia telah bergelut di dunia debus selama sekitar 15 tahun. Pengalamannya semakin bertambah setelah dirinya sempat bergabung dengan grup yang dipimpin pesulap sekaligus seniman ekstrem Limbad selama kurang lebih empat tahun.

Kang Ipul pemain debus asli Kebomlati, Plumpang Tuban. (Foto: Sabhyanadipala)
“Dunia debus sudah saya jalani sekitar 15 tahun. Saya juga pernah bergabung dengan grupnya Mas Limbad selama kurang lebih empat tahun. Dari perjalanan itu saya banyak belajar, baik soal teknik pertunjukan, disiplin, maupun bagaimana menjaga keselamatan dalam setiap atraksi,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting dalam setiap pertunjukan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap atraksi ekstrem tetap membutuhkan persiapan dan kehati-hatian.Ia berharap keberadaan pertunjukan seni tradisional dan atraksi budaya dalam kegiatan masyarakat dapat terus diberi ruang. Selain menjadi hiburan, menurutnya, seni dan budaya juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali warisan leluhur kepada generasi muda.
Deklarasi Sabhyanadīpala sendiri digelar di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, dan Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan dukungan masyarakat, panitia, serta berbagai komunitas yang bersama-sama membangun suasana guyub dan gotong royong. (*)



