Sabtu, 5 September 2026
spot_img
BerandaRegionalLomba Memancing Berhadiah Kambing. Semarakkan HUT RI di Glagah

Lomba Memancing Berhadiah Kambing. Semarakkan HUT RI di Glagah

ALINEASATU.ID, Lamongan — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berlangsung meriah. Bukan sekadar lomba tradisional, warga memeriahkan momentum kemerdekaan dengan lomba memancing ikan patin yang menyediakan hadiah unik, mulai dari sepeda listrik, televisi hingga kambing.

Lomba mancing itu menjadi perhatian warga karena ikan yang diperlombakan merupakan hasil budidaya Pemerintah Desa Glagah sendiri, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi agenda tahunan yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati area perlombaan. Lebih dari 250 peserta tercatat mengikuti lomba yang digelar secara gratis tersebut. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga warga yang telah berusia lanjut.

Antusiasme peserta tahun ini juga disebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan perdana. Bagi warga, lomba memancing bukan hanya tentang mendapatkan ikan atau mengejar hadiah, tetapi menjadi kesempatan untuk berkumpul dan merayakan kemerdekaan dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Kepala Desa Glagah, Misran, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keinginan pemerintah desa untuk menghadirkan hiburan yang mampu mempertemukan warga dalam suasana guyub.

“Awalnya kami kumpul dengan perangkat desa, bagaimana supaya Desa Glagah ini ramai, guyub, akur, kemudian masyarakat bisa gembira. Akhirnya ada usulan mengadakan lomba mancing yang selama ini belum ada,” kata Misran.

Pada pelaksanaan tahun pertama, panitia menggunakan ikan lele sebagai ikan yang diperlombakan. Tahun ini, jenis ikan diganti menjadi patin. Selain memberikan variasi, ikan patin tersebut memiliki keistimewaan karena berasal dari hasil budidaya Pemerintah Desa Glagah. Dengan demikian, hasil budidaya pemerintah desa tidak hanya menjadi bagian dari potensi ekonomi desa, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Untuk tahun ini kami ganti ikan patin supaya masyarakat tidak bosan. Jadi setiap tahun bisa berbeda,” ujar Misran.

Daya tarik lain yang membuat lomba tersebut dibanjiri peserta adalah hadiah yang disiapkan panitia. Tidak tanggung-tanggung, peserta berkesempatan membawa pulang sepeda listrik sebagai hadiah utama. Selain itu, tersedia televisi dan kambing bagi pemenang lainnya. Menariknya, seluruh peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran.

“Daftarnya gratis, kemudian hadiahnya juga menarik. Ada sepeda listrik, televisi dan kambing. Itu yang membuat masyarakat antusias mendaftar,” ungkap Misran.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Desa Glagah berkomitmen menjadikan lomba mancing sebagai agenda rutin setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI. Tak berhenti di tingkat desa, Misran juga memiliki keinginan agar kegiatan tersebut suatu saat dapat dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pemerintah desa berencana mengusulkan kegiatan serupa kepada Pemerintah Kecamatan Glagah.

Menurutnya, jika mendapat dukungan dan difasilitasi dengan lokasi yang lebih luas, lomba mancing dapat menjadi kegiatan bersama yang melibatkan warga dari berbagai desa.

“Kalau desa saja bisa mengadakan, kenapa kecamatan tidak bisa. Kami akan mengusulkan kepada Pak Camat supaya kegiatan seperti ini bisa didukung dan mencari lokasi yang lebih luas, misalnya di kawasan Bengawan atau tempat lain yang memungkinkan,” tuturnya.

Sementara itu suasana kompetisi semakin terasa ketika para peserta mulai mempersiapkan umpan dan menunggu ikan menyambar kail. Sebagian peserta bahkan rela tidak tidur semalaman demi mengikuti perlombaan dan mendapatkan posisi terbaik.

Salah satu peserta yang berhasil membawa pulang hadiah utama adalah Ismail Wahyusi. Ia menjadi juara pertama setelah berhasil mendapatkan ikan patin dengan bobot 1,420 kilogram.

Yosi sapaan akrabnya, mengaku membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga ikan tersebut berhasil ditaklukkan. Dengan menggunakan umpan sederhana berupa cacing, perjuangannya akhirnya membuahkan hasil.

“Kurang lebih satu jam tadi. Umpannya cacing. Alhamdulillah dapat juara satu dan hadiahnya sepeda listrik,” katanya. Kemenangan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Ismail karena untuk pertama kalinya ia berhasil menjadi juara dalam lomba memancing. Ia pun berencana memanfaatkan sepeda listrik yang didapatkannya untuk menunjang aktivitas anaknya yang masih bersekolah.

“Baru kali ini dapat juara. Mudah-mudahan ke depannya ada lagi,” ujarnya.

Saking bersemangatnya mengikuti perlombaan, Ia bahkan mengaku bahkan tidak tidur pada malam sebelum lomba. Ia menyampaikan hal tersebut sembari bergurau bahwa persiapannya menghadapi perlombaan membuatnya terus memikirkan momen lomba.

“Semalam nggak tidur,” katanya sambil tertawa.Bagi masyarakat Desa Glagah, lomba mancing tersebut kini mulai menjadi tradisi baru dalam merayakan kemerdekaan. Kehadiran ikan patin hasil budidaya desa, hadiah yang beragam hingga suasana persaingan yang tetap penuh keakraban membuat kegiatan tersebut memiliki daya tarik tersendiri. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular