Jumat, 16 Oktober 2026
spot_img
BerandaBudayaGrebeg Apem Sewu Kembali Meriah, Ratusan Peserta Nguri-nguri Budaya di Kampung Sewu

Grebeg Apem Sewu Kembali Meriah, Ratusan Peserta Nguri-nguri Budaya di Kampung Sewu

Semangat peserta kala menyajikan apem sebagai manifestasi nguri-nguri budaya. (Foto: Budi Utomo).

ALINEASATU.ID, Surakarta – Suasana meriah menyelimuti Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, saat gelaran tahunan Grebeg Apem Sewu kembali digelar. Kegiatan yang mengangkat tradisi dan budaya masyarakat tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari PKK tingkat RT dan RW, perwakilan kelurahan di Kecamatan Jebres, hingga unsur dinas terkait. Sabtu, 3 Oktober 2026.

Sekitar 100 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya hadir untuk menyaksikan rangkaian acara, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan apem yang menjadi bagian penting dari tradisi Grebeg Apem Sewu.

Sajian apem khas Surakarta yang menggoda semua pengunjung. (Foto: Budi Utomo).

Antusiasme peserta dan masyarakat sudah terlihat sejak acara dimulai. Suasana semakin semarak ketika hiburan dari Suka Tentrem hadir mengiringi kegiatan. Musik dan hiburan tersebut membuat peserta larut dalam kegembiraan, bahkan ikut berdendang bersama.

Perwakilan panitia, Agus Suyanto, mengatakan Grebeg Apem Sewu merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama merawat dan melestarikan tradisi lokal.

“Grebeg Apem Sewu ini dilaksanakan setiap tahun. Tahun depan kami akan mengadakan kembali dan rencananya juga mengundang MURI,” ujar Agus.

Ia berharap pelaksanaan pada tahun mendatang dapat semakin berkembang dan melibatkan lebih banyak masyarakat.

Salah satu peserta perwakilan RT/RW di Kampung Sewu. (Foto: Budi utomo).

Salah satu peserta, Devi Yuliana, mengaku senang dan bahagia bisa mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, keikutsertaan dalam Grebeg Apem Sewu bukan sekadar mengikuti sebuah acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Saya senang dan bahagia bisa ikut kegiatan ini. Ini salah satu cara kita ikut nguri-uri budaya,” kata Devi.

Devi berharap penyelenggaraan Grebeg Apem Sewu tahun depan dapat berlangsung lebih meriah dengan dukungan anggaran yang lebih besar.

Berkumpul bersama, bergembira bersama dalam balutan budaya. (Foto: Budi Utomo).

“Saya berharap tahun depan acaranya lebih bagus lagi dan anggarannya juga lebih banyak,” imbuhnya.

Grebeg Apem Sewu pun menjadi gambaran bagaimana tradisi lokal dapat terus hidup ketika masyarakat ikut terlibat di dalamnya. Bukan hanya melalui prosesi budaya, tetapi juga melalui kebersamaan, kreativitas, hiburan, dan partisipasi lintas unsur masyarakat. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular