Selasa, 22 September 2026
spot_img
BerandaInternasionalKampung Atlet Asian Games Nagoya Dipersoalkan, Atlet Keluhkan Kamar Sempit dan Fasilitas...

Kampung Atlet Asian Games Nagoya Dipersoalkan, Atlet Keluhkan Kamar Sempit dan Fasilitas Akomodasi

Hunian modular berbentuk kontainer yang digunakan untuk menampung atlet dan ofisial Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di kawasan Pelabuhan Nagoya, Jepang.

ALINEASATU.ID, Jepang — Pelaksanaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang diwarnai keluhan terkait akomodasi atlet dan ofisial. Sejumlah delegasi mempertanyakan kondisi tempat tinggal yang dinilai kurang memadai, setelah penyelenggara tidak membangun kampung atlet konvensional untuk pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Sebagai gantinya, penyelenggara menempatkan sekitar 17.000 atlet dan ofisial di sejumlah hotel, kapal pesiar, serta bangunan sementara berbentuk kontainer yang berada di kawasan pelabuhan Nagoya. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan efisiensi biaya dan menghindari pembangunan fasilitas yang berpotensi tidak terpakai setelah Asian Games berakhir.

Keluhan terutama muncul dari delegasi yang menempati akomodasi berbentuk kabin atau kontainer. Sejumlah atlet menilai ukuran ruangan terlalu sempit, sementara tempat tidur dianggap tidak cukup panjang bagi atlet bertubuh tinggi.

Wakil Presiden Asosiasi Bola Basket Korea, Jung Jae-yong, mempertanyakan kondisi kamar yang ditempati tim bola basket Korea Selatan. Ia mengatakan atlet dengan tinggi lebih dari dua meter kesulitan meluruskan kaki di tempat tidur yang tersedia.

Keluhan juga muncul terkait kondisi fasilitas. Salah seorang pemain bola basket Korea Selatan bahkan mengunggah video yang memperlihatkan kebocoran pada wastafel hingga lantai kamar menjadi basah.

Masalah akomodasi sebenarnya telah disampaikan sejumlah delegasi sebelum upacara pembukaan. Dalam pertemuan para kepala delegasi dari 45 negara peserta, persoalan tempat tinggal menjadi salah satu isu utama yang dibahas. Laporan Yonhap menyebut terdapat kekhawatiran mengenai keterbatasan jumlah kamar yang tersedia.

Selain kabin kontainer dan hotel, penyelenggara juga menggunakan kapal pesiar Costa Serena sebagai tempat tinggal sementara. Kapal tersebut digunakan untuk menampung ribuan peserta Asian Games selama berlangsungnya kompetisi.

Persoalan tidak hanya menyangkut ukuran kamar. Sejumlah delegasi juga menghadapi keterlambatan pembagian kamar dan persoalan penempatan. Laporan media internasional menyebut beberapa atlet bahkan harus menunggu cukup lama sebelum memperoleh kamar, sementara sebagian ofisial ditempatkan di lokasi berbeda.

Penyelenggara Asian Games menyatakan terus menangani berbagai keluhan yang disampaikan delegasi. Pihak penyelenggara mempertahankan konsep akomodasi tersebut sebagai solusi yang fungsional sekaligus lebih efisien dibanding membangun kampung atlet permanen.

Di tengah kritik tersebut, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry pada 20 September 2026 menyatakan dukungan terhadap fasilitas akomodasi setelah melakukan peninjauan. Ia menilai fasilitas di Garden Pier memiliki pendingin udara yang baik dan suasana yang tenang, serta menyebut penggunaan hunian modular bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam ajang olahraga internasional.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri resmi dibuka pada 19 September dan berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Sedikitnya 11.000 atlet dari 45 negara ambil bagian dalam 43 cabang olahraga, sementara jumlah keseluruhan peserta dan ofisial mencapai sekitar 17.000 orang.

Persoalan akomodasi tersebut menjadi salah satu tantangan penyelenggaraan Asian Games tahun ini, terutama karena keputusan untuk tidak membangun kampung atlet tradisional membuat para peserta tersebar di berbagai jenis tempat tinggal di kawasan Nagoya dan sekitarnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular