Mahasiswa Unisla turut BERSUMPAH dengan mengangkat sampah dari pinggir Bengawan Jero dalam kegiatan tersebut. (Foto: Unisla)
ALINEASATU.ID, Lamongan – Bersih Sungai dari Sampah (BERSUMPAH) yang digelar di Blawi, Karangbinangun Lamongan menjadi aksi bersama lintas komunitas, pemerintah dan masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, yang diikuti ratusan peserta. Selasa, 15 September 2026.
Dalam kegiatan itu, Universitas Islam Lamongan (Unisla) turut serta turun ke sungai. Tidak tanggung-tanggung, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tersebut berhasil mengangkat sampah lebih dari 300 kilogram, tepatnya 329,6 kilogram dan menjadi tim terbanyak yang mengangkat sampah.
Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Peduli Sungai Lamongan (Kompilasi) dan didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, komunitas, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam upaya membersihkan aliran Sungai Bengawan Jero sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Tim Unisla usai dinobatkan sebagai tim pengangkat sampah terbanyak. (Foto: Unisla)
Dari Unisla sendiri, sebanyak 23 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 12 orang dari Program Studi Kesehatan Lingkungan, yakni 11 mahasiswa dan satu dosen, anggota UKM Pecinta Alam JEMAPALA, serta mahasiswa Program Studi Teknik Sipil.
Ketua tim Unisla, Mimatun Nasihah, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dilandasi semangat kemanusiaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Mari melakukan perubahan positif untuk lingkungan. Meski dimulai dari langkah kecil, semoga dapat menjadi semangat besar untuk terus peduli terhadap lingkungan. Jangan merusak lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Menurut Mima, aksi bersih sungai juga sejalan dengan kurikulum di Program Studi Kesehatan Lingkungan.

Kerjasama yang kompak antara dosen dan mahasiswa di Bengawan Jero. Kiri, Mimatun Nasihah, Ketua Prodi Kesehatan Lingkungan Unisla. (Foto: Unisla).
“Kegiatan ini sejalan dengan kurikulum di Unisla, seperti Pengolahan Tanah, Sampah dan Gas, Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pencemaran Lingkungan, Pencemaran Laut dan Pengendaliannya, Pemberdayaan Masyarakat, hingga Promosi Kesehatan Lingkungan memberikan bekal pengetahuan yang dapat diimplementasikan secara langsung melalui kegiatan lapangan,” tambah Mima.
Lebih lanjut, Mima menuturkan, bagi Unisla, kegiatan BERSUMPAH bukan hanya sekadar aksi mengumpulkan sampah, melainkan juga sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.
“BERSUMPAH bukan sekedar berkegiatan untuk membersihkan sungai dari sampah saja, namun lebih dari itu. Kegiatan ini menjadi kegiatan yang memberikan edukasi langsung, tidak hanya ke peserta, namun juga kepada masyarakat agar tidak membuang sampah seenaknya ke sungai tanpa mempunyai tanggungjawab,” terangnya.
Masih menurut Mima, Bengawan Jero yang masih menghadapi persoalan banjir, sampah, dan pencemaran tersebut membutuhkan penanganan menyeluruh dan kerjasama semua pihak.
“Penanganan permasalah di Bengawan Jero tidak bisa dilakukan sendiri. Tapi membutuhkan kerjasama dari hulu hingga hilir dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, NGO, dan masyarakat,” ungkap Ketua Program Studi Kesehatan Lingkungan Unisla tersebut.

Mahasiswa Unisla terus bersemangat angkat sampah hingga sungai bersih. (Foto: Unisla).
Keterlibatan mahasiswa sebagai peserta aksi memberikan menjadi pengalaman berharga untuk menerapkan ilmu sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu mahasiswa yang turut serta dalam aksi, Azhar Zufar Assahbantar mengatakan, jika perubahan bisa diawali dari hal kecil.
“Perubahan besar berangkat dari langkah-langkah kecil yang kami lakukan. Kami percaya bahwa sikap peduli terhadap lingkungan, sekecil apa pun, tetap akan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujar mahasiswa Prodi Kesehatan Lingkungan semester 7 ini.
Terkait kegiatan lingkungan, Unisla sendiri telah melaksanakannya melalui kegiatan KKN pada Juli–Agustus 2026, dengan memasang 85 biopori di 17 desa di Kecamatan Turi.
Selain itu, mahasiswa juga merencanakan penanaman tanaman riparian di sepanjang Sungai Bengawan Jero sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir dan menjaga kawasan sungai.
Ke depan, Unisla telah menyiapkan sejumlah program lingkungan bersama berbagai pihak, antara lain aksi bersih sungai, penanaman pohon riparian, serta penanaman mangrove di kawasan pesisir utara Lamongan.

Kebersihan Bengawan Jero sesuai kurikulum Unisla. (Foto: Unisla).
Pihak Unisla berharap kegiatan BERSUMPAH dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
“Menjaga sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab bersama. Sungai yang bersih akan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat yang hidup di sekitarnya,” pungkas Mima.
Dengan keberhasilan mengangkat ratusan kilogram sampah dari sungai, keterlibatan mahasiswa Unisla dalam BERSUMPAH menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan. (*)



