Patihan membuat dapur umum untuk masyarakat Bantaran bengawan Solo. (Foto: Budi Utomo)
ALINEASATU.ID, Surakarta – Masyarakat Kelurahan Sewu, Surakarta, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui Pelatihan Dapur Umum yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Solo dan Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat).
Kegiatan ini membekali warga dengan keterampilan mengelola kebutuhan pangan saat terjadi bencana, mulai dari manajemen dapur umum hingga praktik memasak secara langsung.
Pelatihan digelar di Pendopo Masyarakat Peduli Sungai Sewu, kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, Minggu, 20 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan perwakilan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sewu Makmur, Sibat Sewu, dan masyarakat Kelurahan Sewu.
Dalam pelatihan tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai manajemen dapur umum yang disampaikan Jumadi dari PMI Solo.
Setelah memperoleh materi, peserta kemudian melakukan praktik memasak secara bersama-sama. Praktik tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada warga mengenai pengelolaan dapur umum ketika kondisi darurat terjadi.

Jumadi mengatakan, keberadaan dapur umum tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi warga terdampak bencana. Pengelolaannya juga harus memperhatikan kebersihan, kesehatan, kualitas makanan, serta pemenuhan kebutuhan gizi.
“Membekali bagaimana manajemen dapur umum di masa darurat, sehingga mereka bisa memahami. Jadi saat berjalan masyarakat bisa melakukan dengan baik, termasuk pemenuhan gizi untuk penyintas, manajemen waktu, sarana, logistik dan pemilihan tempat yang baik. Sehingga masyarakat bisa menyediakan makanan cepat saji di masa darurat untuk masyarakat penyintas,”pungkasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Sibat Sewu sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Dapur Umum, Tri Widayati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.
“Dengan memiliki keterampilan pengelolaan dapur umum, masyarakat diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar ketika terjadi kondisi darurat. Konsep tersebut sejalan dengan keberadaan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), yakni relawan PMI yang berada di tingkat kampung atau desa dan berperan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana,” terangnya.
Manfaat pelatihan itu dirasakan sepenuhnya oleh peserta. Selain menambah ketrampilan, juga memberikan ilmu tersendiri.

Salah satu peserta, Handayani, warga Sowijayan RT 01/RW 02, mengatakan jika pelatihan tersebut sangat bermanfaat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kegiatan ini memberikan ilmu tersendiri untuk memasak dalam porsi besar, jika ada bencana. Sekaligus bisa mengetahui nilai gizinya. Selain itumenjadi sarana memperkuat kebersamaan dan gotong royong antara relawan dengan masyarakat Kelurahan Sewu,” terang Handayani.
Pelatihan digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas relawan dan masyarakat agar lebih sigap menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir, kebakaran, dan kekeringan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat di kawasan bantaran sungai.(*)



