Sabtu, 5 September 2026
spot_img
BerandaHeadlinePemkab Sidoarjo Instruksikan Rumah Sakit Berikan Penanganan Maksimal Kepada 419 Santri Yang...

Pemkab Sidoarjo Instruksikan Rumah Sakit Berikan Penanganan Maksimal Kepada 419 Santri Yang Keracunan.

ALINEASATU.ID, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung meninjau penanganan darurat ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin yang diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.

Bertempat di depan area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidoarjo, Subandi memastikan pemerintah daerah bergerak cepat dan memberikan penanganan medis secara gratis serta menyeluruh hingga ratusan korban sembuh total.

​Hingga Selasa malam, jumlah korban yang dirawat khusus di RSUD Sidoarjo mencapai 203 santri dari total keseluruhan korban yang tersebar di 7 fasilitas kesehatan (Faskes) rumah sakit  di Sidoarjo.

​Dalam keterangan persnya di hadapan awak media, Subandi mengatakan prioritas utama Pemkab Sidoarjo saat ini adalah keselamatan jiwa para santri. Pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran direksi rumah sakit dan tenaga medis untuk memberikan perawatan paling optimal dan maksimal hingga para santri sembuh total.

​”Kami sudah mengecek langsung ke dalam rumah sakit. Semua pasien kami pastikan tertangani dengan cepat dan baik. Saya sudah minta kepada Dirut RSUD dan seluruh jajaran medis untuk memaksimal pelayanan. Tidak boleh ada kekhawatiran, penanganan akan dilakukan secara total sampai anak-anak (santri) kita benar-benar sehat dan diperbolehkan pulang,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.​

Subandi juga menambahkan pemerintah akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Termasuk, rencana evaluasi dan pemeriksaan teknis terkait penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pihak-pihak terkait pada hari berikutnya.​

“Pasti akan dilakukan pemeriksaan terhadap dapur SPPGnya,” ungkapnya.​

Kedatangan Bupati ke RSUD Sidoarjo disambut kesiapan tim medis yang bekerja ekstra keras menampung gelombang pasien. Berdasarkan pantauan di lokasi hampir seluruh ruang IGD dan penunjang medis difokuskan untuk menstabilkan kondisi santri yang mengalami gejala mual, muntah, dan lemas itu.

Sedangkan pendataan Real-Time dari pihak rumah sakit terus memantau perkembangan fisik para santri. Hal itu, untuk memastikan tidak ada pasien yang mengalami dehidrasi berat atau komplikasi lanjutan.

Berikut data sebaran santri korban keracunan masal di Sidoarjo​. Total sementara korban terdata di seluruh faskes mencapai 419 santri:

​1. RSUD RT Notopuro Sidoarjo, 295 santri (Pusat Penanganan Utama).

2. ​RS Siti Hajar, 57 santri.

3. ​RS Siti Fatimah, 30 santri.

4. ​RS Delta Surya, 14 santri.

5. ​RS Pusura Candi, 9 santri.

6. ​RSU Bhayangkara Porong, 8 santri.

7. ​Klinik Azka Medika, 1 santri.

8. RS. Arofah Anwar Medika, 1 santri

Sementara itu, di UGD RS. Delta Surya, sejak pukul 00.00 hingga 02.00 WIB, Rabu, 2 September 2026 terpantau empat orang santri masuk dengan keluhan mual, badan lemas.

“Kami (​Pemkab Sidoarjo) menghimbau para wali santri untuk tetap tenang. Karena seluruh biaya dan fasilitas penanganan telah ditanggung serta dikawal langsung oleh pemerintah daerah,” pungkas Subandi. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular