Minggu, 6 September 2026
spot_img
BerandaHeadlineDiduga Keracunan MBG, Ratusan Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan Ke Rumah Sakit

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan Ke Rumah Sakit

ALINEASATU.ID, Sidoarjo – Diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 112 santri di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak mengalami gejala keracunan massal, Selasa, 1 September 2026.

Peristiwa tersebut langsung mendapatkan atensi dari Camat Tanggulangin, Arie Prabowo. Ia membenarkan kejadian itu dan menyebutkan bahwa data korban masih terus diperbarui oleh pihak berwenang. Untuk sementara korban 112 orang,” ujar Arie Prabowo yang juga mantan Camat Taman ini dikonfirmasi jumlah santri yang terdampak.

​Para santri melaporkan keluhan kesehatan yang datang secara bersamaan. Yakni mulai dari pusing hingga mual mendadak. Proses evakuasi dan penanganan medis dilakukan secara cepat dan terpisah. Sedangkan penanganan rujukan santri dengan kondisi yang membutuhkan perawatan intensif langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setempat, termasuk RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Sedangkan penanganan lokalnya santri yang mengalami gejala lebih ringan dirawat dan dipantau secara ketat di area pondok pesantren.​

Dugaan penyebab keracunan mengarah pada sajian makan siang program MBG. Yanti, salah seorang santriwati, menuturkan bahwa kondisi salah satu lauk atau sayur yang dihidangkan terlihat mencurigakan dan tidak layak konsumsi.​

“Menu makan siangnya tadi ada sayur buncis yang seperti basi,” ujarnya.

Ia sendiri selamat dari gejala mual karena sengaja tidak memakan sayur itu.​

Hingga pukul 22.00 WIB, terpantau UGD RS. Delta Surya masih menerima kedatangan santri Mambaul Hikam. Foto: Suyono)

Menanggapi insiden darurat ini, Pemkab Sidoarjo langsung mengambil tindakan tegas. Malam itu, Bupati Sidoarjo, Subandi mendatangi langsung Ponpes Manba’ul Hikam, untuk memantau penanganan medis dan memastikan seluruh santri tertangani dengan optimal.

Selain itu, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama puskesmas setempat menerjunkan personel untuk memberikan bantuan medis lanjutan serta mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.​

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium resmi guna memastikan penyebab pasti dari gangguan kesehatan massal itu.

Sementara itu, hingga pukul 22.00 WIB, terpantau masih banyak santri yang dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo.

Salah satu santri yang masuk IGD RS. Delta Surya, Muhammad Fadli, kelas X menuturkan jika terasa mual maghrib.

“Setelah sholat maghrib, saya wiridan, dan mulai terasa mual. Gak lama saya diare, juga pening,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun, sedikitnya delapan rumah sakit menerima kedatangan ratusan korban diduga keracunan makanan massal. Antara lain RSUD RT Notopuro, RS Pusdik Porong, RS Pusura, RS Delta Surya, dan RS Siti Hajar.(*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular