ALINEASATU.ID, Rusia — Semangat menjaga kelestarian Bengawan Solo mendapat dukungan dari atlet Stand Up Paddle (SUP) internasional, Catharina Jahja Tjahjana. Ia mengapresiasi terbentuknya Sabyanadipala di Tuban sebagai wadah masyarakat untuk menjadi pemerhati sekaligus penjaga Bengawan Solo secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut menjadi langkah positif agar semangat menjaga sungai tidak berhenti setelah kegiatan ekspedisi selesai.
“Menurut saya, terbentuknya Sabhyanadīpala adalah sebuah langkah yang sangat positif dan patut diapresiasi. Justru gerakan seperti inilah yang dibutuhkan agar semangat menjaga Bengawan Solo tidak berhenti setelah ekspedisi selesai,” ujarnya, Kamis, 20 Agustus 2026 dari Rusia disela-sela mendampingi tim SUP Indonesia yang sedang bertanding.
Ia memandang Sabhyanadīpala bukan sekadar komunitas, melainkan wadah untuk menjaga kepedulian, pengetahuan, sekaligus hubungan masyarakat dengan Bengawan Solo secara berkelanjutan. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan Bengawan Solo memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai kondisi sungai sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pelestariannya.

Cathy saat mengarungi Bengawan Solo dalam Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022. (Foto: tim MEBS)
“Terus jaga semangatnya. Jangan pernah merasa bahwa apa yang dilakukan terlalu kecil. Perubahan besar justru sering dimulai dari sekelompok orang yang memiliki kepedulian dan konsisten melakukan sesuatu,” pesannya.
Ia berharap Sabhyanadīpala dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat, komunitas, pemerintah, akademisi, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap Bengawan Solo.
“Jangan hanya menjaga Bengawan Solo untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Semoga suatu hari nanti anak-anak kita bisa melihat Bengawan Solo yang lebih bersih, sehat, dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat di sepanjang alirannya,” tambah atlet yang akab disapa Cathy ini.
Cathy menutup pesannya dengan salam kepada para penggerak dan pemerhati Bengawan Solo di Tuban.
“Salam dari kami para paddler Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS). Semoga semangat Bengawan Solo terus mengalir.” pungkas wanita asli Bandung tersebut.

SUP Indonesia saat turut serta mengikuti MEBS 2022 dengan jarak pengarungan Bengawan Solo kurang lebih 500 km. Cathy (kanan). Foto: Tim MEBS
Catharina Tjahja Tjahjana merupakan atlet SUP internasional, pelatih SUP Jawa Barat dan Indonesia, sekaligus pemilik Cathy Water Sport di Bandung.
Cathy memiliki pengalaman langsung menyusuri Bengawan Solo. Pada 14 Juli – 14 Agustus 2022, ia mengikuti Misi Ekspedisi Bengawan Solo dan menjadi satu-satunya paddler wanita yang menyusuri sungai tersebut sepanjang sekitar 500 kilometer menggunakan Stand Up Paddle selama 30 hari, dari Wonogiri, Jawa Tengah hingga Bedanten, Gresik Jawa Timur. (*)



