Jumat, 4 September 2026
spot_img
BerandaLingkunganMuncul Titik Api di Tahura Raden Soerjo, Pemprov Jatim Siapkan Water Bombing

Muncul Titik Api di Tahura Raden Soerjo, Pemprov Jatim Siapkan Water Bombing

ALINEASATU.ID, Tuban – Kebakaran hutan kembali terdeteksi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. BPBD Jawa Timur melaporkan sedikitnya tiga titik api ditemukan di kawasan pegunungan tersebut pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, informasi mengenai kemunculan titik api diterima pada Rabu pagi. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Jatim sebagai organisasi perangkat daerah yang menangani kawasan Tahura.

Memang ditemukan tiga titik api di sana,” ujar Gatot.

Upaya pemadaman kini dilakukan secara gabungan. Personel BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta petugas Tahura dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan dari jalur darat.

Namun, medan menjadi salah satu tantangan. Titik api berada di kawasan atas atau puncak sehingga membutuhkan waktu bagi tim untuk mencapai lokasi.

“Posisi titik api ini ada di atas, di puncak, yang kondisinya memang agak jauh sehingga perlu waktu untuk mencapai titik api tersebut,” jelasnya.

Selain mengandalkan tim darat, Pemprov Jatim juga menyiapkan opsi pemadaman melalui udara. Gatot menyebut pihaknya telah meminta dukungan water bombing untuk menjangkau area yang sulit didatangi personel.

Satu unit helikopter milik Pemprov Jatim disiapkan untuk mendukung operasi tersebut. Helikopter itu memiliki kapasitas membawa sekitar satu ton air dalam sekali angkut.

Sebelum pelaksanaan water bombing, survei udara telah dilakukan untuk memetakan kondisi kawasan yang terbakar. Faktor cuaca menjadi perhatian karena karakter wilayah pegunungan membuat angin di sekitar lokasi relatif kencang.

“Kita tahu wilayah pegunungan pasti anginnya kencang. Ini sudah didata potensinya seperti apa,” katanya.

BPBD Jatim juga telah mengecek kolam renang Kaliandra yang dipertimbangkan sebagai lokasi pengambilan air. Lokasi tersebut dinilai cukup dekat dengan kawasan kebakaran sehingga berpotensi mendukung operasi pemadaman melalui udara.

Pelaksanaan water bombing tetap menunggu kondisi dan jadwal penerbangan helikopter. Sementara itu, tim darat terus bergerak mendekati titik api untuk mencegah api meluas.

Gatot mengatakan, hingga Rabu luas area yang terbakar belum dapat dipastikan. Data mengenai luasan kebakaran masih dalam proses pendataan lantaran penanganan baru dilakukan.

“Untuk luas area masih belum didata karena memang masih awal, sehingga belum bisa kita sampaikan,” ujarnya.(*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular