Sabtu, 12 September 2026
spot_img
BerandaNasionalMoratorium MBG. Langkah Untuk Efisiensi Anggaran

Moratorium MBG. Langkah Untuk Efisiensi Anggaran

ALINEASATU.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan moratorium atau penghentian sementara dalam penambahan dapur baru, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).Upaya ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran program prioritas pemerintah.

Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, saat ini jumlah dapur yang telah beroperasi maupun dalam tahap persiapan, dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah wilayah.

“Kalau kemudian setelah kita lihat ternyata kurang, baru kita buka lagi pendaftarannya. Jadi kami bereskan dulu,” kata Nanik dalam konferensi pers, yang digelar Kamis, 5 Juni 2026.

Menurut Nanik, keputusan itu juga berdasarkan sebaran dapur MBG yang belum merata. Banyak dapur yang terkonsentrasi di kawasan aglomerasi, sementara daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) belum tersentuh secara optimal.

“Jujur sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi presiden pesannya kami harus ke 3T dulu,” ujarnya.

Lanjut Nanik, selain moratorium BGN akan memfokuskan penerima manfaat dari program MBG, pembenahan dapur eksisting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dapur yang tidak memenuhi standar juga akan dihentikan untuk sementara.

Nanik menambahkan efisiensi anggaran juga akan dilakukan lewat skema pendanaan alternatif, agar program tidak bergantung penuh pada APBN. Pilihan yang tengah dikaji antara lain pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dana hibah, serta penggunaan fasilitas pendukung di luar SPPG.

“Kita juga tidak harus membangun dapur baru. Itu prinsipnya, kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah,” katanya.

Langkah itu dinilai akan memperluas jangkauan MBG di wilayah 3T tanpa menambah beban belanja negara, sekaligus memastikan kualitas layanan dan pemerataan penerima manfaat.

“Kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta target penerima,” pungkas Nanik. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular