ALINEASATU.ID, Lamongan – Wiwit atau Wiwitan menjadi tradisi syukuran yang dilakukan oleh masyarakat petani Jawa sebelum memulai masa panen padi. Warga Desa Gumantuk Kecamatan Maduran menjadikan kegiatan itu sebagai ritual wajib, Selasa, 2 Juni 2026.
Ritual ini sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan atas kesuburan tanah serta hasil panen yang melimpah.
Dipimpin oleh pemangku adat atau sesepuh desa, upacara diawali dengan doa bersama di area persawahan.
Petani menyiapkan sesaji seperti nasi tumpeng, ingkung ayam, dan lauk pauk. Nasi dan hidangan yang telah didoakan kemudian disantap bersama-sama di pinggir sawah. Pemotongan beberapa ikat padi, menjadi simbolis sebagai rangkaian selanjutnya.
Kepala Desa Gumantuk, Asriyanto mengatakan, wiwitan sebagai pelestarian budaya dan kearifan lokal.
”Kegiatan Wiwit ini kami lakukan sebagai bentuk pelestarian Budaya. Tradisi ini masih dilestarikan secara luas di berbagai daerah di Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan pelestarian kearifan lokal,” jelasnya. (*)



