ALINEASATU.ID, Jakarta – Aksi Joget seorang mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapurnya menuai sorotan publik.
Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya bersuara, mengungkap fakta di balik sosok tersebut sekaligus menegaskan bahwa MBG bukan bisnis.
BGN melalui Wakil Kepala, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan klarifikasi terkait video viral seorang pria yang berjoget di dapur MBG.
Dalam keterangannya, Nanik mengungkap bahwa pria tersebut diketahui memiliki tujuh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, dari seluruh titik yang dimiliki, baru satu dapur yang telah beroperasi.
“Yang berjalan baru satu. Enam lainnya belum beroperasi,” jelasnya.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat terkait aktivitas pria tersebut.
Langkah tegas langsung diambil BGN dengan menghentikan sementara operasional satu dapur yang sudah berjalan.
BGN juga menyoroti aksi pria tersebut yang membuat konten di dalam dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD). Padahal, penggunaan APD merupakan standar wajib dalam operasional dapur MBG demi menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Nanik menyayangkan tindakan tersebut dan menegaskan bahwa dapur MBG bukan ajang untuk membuat konten hiburan yang tidak sesuai aturan. Ia juga mengingatkan seluruh mitra SPPG agar tidak melakukan hal serupa.
“Tindakan seperti itu tidak benar dan tidak boleh diulang. Ini harus jadi pembelajaran bagi yang lain,” ujarnya.
Video pria tersebut menjadi viral tidak hanya karena aksinya berjoget, tetapi juga karena narasi yang menyebutkan dirinya memperoleh pendapatan hingga Rp6 juta per hari dari dapur MBG.
Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak berjoget di dalam dapur dengan latar logo BGN. Dari penelusuran, pria tersebut merupakan mitra MBG asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
BGN juga menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG.
BGN meminta para mitra untuk mematuhi seluruh petunjuk teknis, menjaga profesionalitas di lingkungan dapur, tidak membuat konten yang melanggar aturan, fokus pada tujuan program.
Meningkatnya perhatian publik terhadap program ini, transparansi dan kepatuhan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Editor: Redaksi



