ALINEASATU.ID, Jakarta – Wacana pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Tengah lonjakan harga minyak yang mengakibatkan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan untuk penyesuaian anggaran agar defisit tidak semakin melebar.
Melihat itu, Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional, menyatakan pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah terkait program MBG.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan adanya kemungkinan pemangkasan anggaran untuk MBG.
Wacana muncul sesaat adanya kenaikan harga minyak dunia yang melonjak hingga menembus angka 100 dollar AS per barrel, yang berpotensi menekan ruang keuangan negara.
Peningkatan harga energi global dinilai dapat meningkatkan beban APBN. Apabila tidak segera diantisipasi, pemerintah berpotensi mengalami defisit anggaran hingga sekitar 3,7 persen.
Dengan kondisi tersebut, Dadan menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan kebijakan apapun yang nantinya diputuskan oleh pemerintah, khususnya oleh Presiden.
“BGN akan jalankan apapun putusan Presiden,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Senin (9/3/2026).
Dadan menjelaskan bahwa efisiensi MBG tidak akan menyentuh kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Nantinya penghematan lebih difokuskan pada pengurangan anggaran untuk perlengkapan atau komponen yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap mutu makanan.
Program MBG menjadi salah satu program besar pemerintah di sektor pemenuhan gizi masyarakatyang membutuhkan total anggaran mencapai Rp 335 triliun.
Jumlah itu akan dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjangkau penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tambah Dadan, program ini sangat besar karena setiap hari pemerintah menyalurkan anggaran yang nilainya mencapai lebih dari satu triliun rupiah.
“Badan Gizi Nasional akan mengelola anggaran Rp 335 triliun untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia sehingga tahun depan insyaallah Badan Gizi Nasional akan menggelontorkan uang Rp 1,2 triliun per hari,” kata Dadan.
Saat ini pemerintah kini tengah mempertimbangkan berbagai skenario pengelolaan anggaran agar MBG tetap berjalan sekaligus menjaga stabilitas fiskal negara di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*)





