Kamis, 23 April 2026
spot_img
BerandaGaya HidupKulinerSego Boran Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025, Perkuat Identitas Lamongan

Sego Boran Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025, Perkuat Identitas Lamongan

ALINEASATU.ID, Malang – Sego Boran menjadi salah satu kuliner khas Lamongan selain soto. Masakan khas hasil olahan tangan-tangan terampil meramu bumbu menjadikan kuliner ini tetap dicintai hingga kini. Menjadi kuliner legendaris, Sego Boran resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025.

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menetapkan hal tersebut dengan sertifikat yang diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, dalam agenda penyerahan apresiasi seniman dan pelaku budaya di Malang, Minggu (22/2/2026).

Penetapan itu menegaskan tradisi kuliner-lengkap dengan proses dan sejarah sosialnya, menjadikan warisan budaya yang hidup dan patut dijaga lintas generasi.

Sego Boran bukan sekadar nasi hangat dengan siraman kuah santan. Ia adalah cerita tentang perempuan-perempuan penjual nasi yang menyusuri malam dengan bakul besar yang disunggi atau diangkat dengan kepala yang menawarkan hidangan lengkap dengan lauk dan bumbu khas.

Dalam setiap porsi Sego Boran, tersimpan narasi ketekunan dan kearifan lokal. Kuah santan kental berbumbu rempah disiramkan di atas nasi putih hangat, menghadirkan aroma kunyit, ketumbar, lengkuas, dan serai yang menggoda. Lauknya beragam, ayam suwir berbumbu, ikan sili goreng, telur pindang, urap-urap, hingga pletuk (kerupuk berbahan dasar nasi). Rasa gurih, pedas, dan sedikit manis berpadu dalam harmoni yang khas.

Sego Boran lazim dijajakan sejak malam hingga dini hari. Kuliner ini menjadi santapan para pekerja malam, perantau, hingga warga yang mencari kehangatan selepas aktivitas panjang. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan.

Wakil Bupati Lamongan, yang akrab disapa Mas Dirham, menegaskan bahwa pengakuan ini bukan hanya kebanggaan simbolik. Lebih dari itu, terdapat peluang strategis untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Penetapan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempromosikan dan mengembangkan kuliner khas Lamongan agar semakin dikenal luas dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dirham, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, pelestarian budaya, termasuk kuliner tradisional merupakan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Identitas daerah tidak boleh hanya dijaga sebagai romantisme masa lalu, tetapi harus diolah menjadi kekuatan ekonomi masa depan.

Sego Boran sendiri ditetapkan dalam kategori WBTb bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Artinya, yang diakui bukan semata-mata makanannya, melainkan juga keterampilan meracik, menyajikan, hingga nilai sosial yang menyertainya.

Sebelum Sego Boran, Lamongan telah memiliki sejumlah warisan budaya takbenda yang diakui secara nasional, antara lain Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, dan Perahu Ijon-Ijon. Deretan tersebut memperkuat posisi Lamongan sebagai daerah yang kaya tradisi dan konsisten merawat identitasnya.

“Budaya adalah identitas sekaligus kekuatan Lamongan,” tegas Mas Dirham.

Pengakuan terhadap Sego Boran diharapkan menjadi pemantik semangat seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat dan membanggakan warisan daerah, baik dalam bentuk seni pertunjukan, ritual tradisi, maupun kuliner.

Kuliner yang dahulu hanya mudah ditemui di sudut-sudut Lamongan, kini mulai hadir di berbagai kota. Dari bakul sederhana di pinggir jalan hingga potensi dikemas dalam konsep restoran modern, Sego Boran membuktikan bahwa cita rasa lokal mampu menembus panggung nasional, bahkan berpeluang mendunia.

Dalam agenda penyerahan apresiasi yang berlangsung di Malang, pemerintah juga menyerahkan tunjangan kehormatan sebesar Rp1,5 juta kepada para juru pelihara cagar budaya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga situs-situs bersejarah.

Penetapan Sego Boran sebagai WBTb Indonesia 2025 menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada sumber daya alam atau infrastruktur, tetapi juga pada warisan budaya yang hidup dalam keseharian masyarakatnya.

Dari sepiring nasi hangat di bawah langit malam Lamongan, lahir identitas yang kini diakui negara. Sego Boran bukan lagi sekadar kuliner, ia adalah simbol ketahanan tradisi dan kebanggaan daerah yang terus bergerak maju. (red)

suyono
suyonohttp://alineasatu.id
Alinea satu Media adalah portal berita online nasional.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular