Sabtu, 23 Mei 2026
spot_img
BerandaMetropolisMHQ Bukan Sekedar Lomba, Namun Penguat Fondasi Spiritual dan Internal PKS

MHQ Bukan Sekedar Lomba, Namun Penguat Fondasi Spiritual dan Internal PKS

ALINEASATU.ID, Surabaya – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema khidmat, mengiringi gelaran Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat wilayah yang mempertemukan para penghafal terbaik dari 38 DPD kabupaten/kota se-Jawa Timur. Suasana tersebut membuat  berbeda suasana Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur, Ahad (1/3/2026).

Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus bergerak, MHQ justru menghadirkan ruang teduh—menguatkan kembali fondasi nilai spiritual di internal partai. Dari forum ini, akan dipilih perwakilan Jawa Timur untuk melaju ke tingkat nasional, bersaing dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Muhamad Syadid Sekretaris DPW PKS Jawa Timur, menegaskan bahwa MHQ adalah bagian dari konsolidasi nilai Qur’ani yang terus dirawat secara berjenjang.

“Ini bukan hanya musabaqah biasa, tapi pesta langit. Njenengan semua adalah bintang utama hari ini. Sejak berangkat dari daerah, para malaikat sudah mengepakkan sayapnya mengawal para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan peserta dan dewan juri.

Ia menekankan, capaian para peserta bukan berhenti pada podium dan trofi. Lebih dari itu, kedekatan dengan Al-Qur’an harus terejawantahkan dalam pelayanan nyata di tengah masyarakat.

“Jangan hanya membawa pulang tropi. Sepulang dari sini, tugasnya adalah menghadirkan pelayanan di tengah masyarakat. Kalau dekat dengan Al-Qur’an, harapannya punya akhlak Qur’an yang bisa terus menebar kebaikan,” tegasnya.

MHQ tingkat wilayah ini menjadi bukti bahwa pembinaan kader berbasis Al-Qur’an tidak berhenti pada seremoni. Dengan proses seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga wilayah, PKS Jawa Timur menunjukkan pola pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.

Dikesempatan yang sama, Darmidi Ketua Panitia Ramadhan DPW PKS Jatim,  menambahkan bahwa partisipasi 38 daerah mencerminkan keseriusan dalam membangun tradisi Qur’ani di tubuh partai.

“Hari ini kita membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar para huffazh dari kalangan kader. Ini bisa menjadi gerakan besar pembinaan Al-Qur’an ke depan,” ujarnya.

Di antara puluhan peserta yang tampil, satu sosok menghadirkan suasana haru yang mendalam. Harianto (57), peserta asal Kota Madiun, merupakan tunanetra sejak lahir. Namun keterbatasan fisik tak menghalanginya menghafal 11 juz Al-Qur’an.

Dengan suara tenang dan pelafalan yang fasih, ia melantunkan ayat demi ayat. Ruangan mendadak hening. Para peserta, panitia, hingga dewan penguji menyimak dengan takzim.

Ditanya alasan menghafal Al-Qur’an meski tak bisa melihat, ia menjawab sederhana namun menghentak.

“Kalau orang yang bisa melihat cukup bawa satu mushaf kecil, bisa dikantongi. Kalau saya, satu juz satu buku braille tebal. Kalau 30 juz bisa satu becak. Maka saya pikir, lebih baik dimasukkan ke kepala saja supaya ringan dibawa,” tuturnya dengan senyum tipis.

Harianto menghafal melalui mushaf braille dan murotal yang ia dengarkan berulang-ulang. Ia tak pernah membayangkan akan mengikuti perlombaan. Baginya, menghafal Al-Qur’an adalah kebutuhan batin sekaligus wujud syukur.

“Saya hanya ingin dekat dengan Al-Qur’an,” katanya lirih.

Salah satu penguji dari Biro Al-Qur’an BKAP DPW PKS Jatim, Komari, mengaku tak kuasa menahan haru saat menilai bacaan Harianto.

“Bacaan beliau sangat bagus dan hafalannya kuat. Ini pelajaran besar bagi kita semua. Kalau beliau yang memiliki keterbatasan saja bisa menghafal 11 juz, apa alasan kita yang sehat untuk tidak dekat dengan Al-Qur’an?” ujarnya.

Kini, di sela aktivitasnya mengajar Al-Qur’an di Madiun, Harianto menargetkan menuntaskan hafalan 30 juz. Ia juga memanfaatkan teknologi berbasis suara untuk terus belajar dan murajaah.

MHQ DPW PKS Jawa Timur tahun ini pun meninggalkan kesan mendalam. Bukan semata tentang siapa yang melangkah ke tingkat nasional, melainkan tentang pesan kuat bahwa nilai-nilai Qur’ani tetap menjadi fondasi. Di tengah hiruk pikuk dunia, suara ayat suci tetap menemukan jalannya, menguatkan, menggerakkan, dan menyatukan. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular