Rabu, 21 Oktober 2026
spot_img
BerandaHeadlineFinal Musabaqah Kaligrafi Pegon Lamongan Tetapkan Enam Karya Terbaik

Final Musabaqah Kaligrafi Pegon Lamongan Tetapkan Enam Karya Terbaik

ALINEASATU.ID, Lamongan — Lesbumi PCNU Lamongan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menyelenggarakan babak final Musabaqah Kaligrafi Pegon dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Graha Narita, Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Rabu, 21 Oktober 2026.

Enam karya terbaik ditetapkan dari kategori Ula, Wustha, dan Ulya.

Ketua PCNU Lamongan, Gus Sahrul Munir, yang diwakili H. Agus Susanto, menekankan pentingnya menghadirkan kembali Pegon di ruang publik.

“Lamongan adalah kota santri yang dibangun oleh para santri dan ulama. Pegon perlu dihidupkan di ruang publik sebagai salah satu ciri khas Lamongan,” demikian pesan yang disampaikan melalui perwakilannya.

Ia menambahkan, jika acara Musabaqah Kaligrafi Pegon yang digelar merupakan yang pertama kali di Indonesia.

“Alhamdulillah kegiatan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Santri 2026,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, menekankan kontribusi kegiatan ini terhadap penguatan literasi daerah.

“Pelestarian Pegon menjadi bagian dari penguatan literasi Lamongan. Harapannya, kegiatan ini mendorong kebiasaan membaca dan menulis serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Ia mengucapkan selamat atas tergelarnya Musabaqah Kaligrafi Pegon sebagai penguatan tradisi.

“Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Musabaqoh Kaligrafi Pegon yg merupakan penguatan ajar tradisi , menulis Pegon bukan sekedar merangkai huruf arab jawa melainkan merawat sejarah peradaban Uslam di Nusantara. Berikan karya terbaikmu dan pastikan jadi sangat Juara. Jaga dan lestarikan memori kolektif budaya bangsa melalui literasi. Salam Literasi “LITERASI HADIR UNTUK KESEJAHTERAAN,” pungkasnya.

Pada babak final, peserta mengerjakan karya secara langsung menggunakan kertas A3. Dewan juri yang terdiri atas Umuronah, Abdur Ro’uf Hasbullah, dan Moh. Sholahuddin menilai ketepatan penulisan Pegon, estetika, bentuk khat, serta kerapian karya.

Berdasarkan hasil penilaian dan musyawarah dewan juri, penerima penghargaan ditetapkan sebagai berikut:

Kategori Ula.

Terbaik I, Kayyisa Ghania Afrin, SD Negeri 1 Semampirejo, Sambeng.

Terbaik II, Rafael Alvino Bastian, SD Negeri 1 Semampirejo, Sambeng.

Kategori Wustha

Terbaik I, Ahmad Rhafi Al Buqori, SMP Unggulan Karangsawo.

Terbaik II, Mia Lutfi Nur Ramadhani, MTs EMAS Islamic Boarding School.

Kategori Ulya

Terbaik I, Muassisatun Najwa, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat.

Terbaik II, Mallahul Jayyidi AlItsnan, MA Matholi’ul Anwar.

Para pemenang memperoleh dana apresiasi, trofi, dan sertifikat. Penyelenggara turut mengapresiasi seluruh peserta, guru, orang tua, serta lembaga pendidikan yang mendukung kegiatan sejak babak penyisihan.

Musabaqah ini diharapkan menjadi awal pembinaan berkelanjutan bagi pelajar dan santri, sehingga kemampuan mereka terus berkembang dan tradisi tulis Pegon tetap diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular