Jumat, 4 September 2026
spot_img
BerandaBudayaJelang Deklarasi Sabhyanadīpala, Warga Gotong Royong Persiapkan Dua Dermaga di Bengawan Solo

Jelang Deklarasi Sabhyanadīpala, Warga Gotong Royong Persiapkan Dua Dermaga di Bengawan Solo

ALINEASATU.ID, Tuban – Semangat gotong royong warga dan panitia terlihat dalam persiapan menyongsong Deklarasi Sabhyanadīpala di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Menjelang pelaksanaan deklarasi, warga bersama panitia melakukan kerja bakti menata kembali dermaga dan kawasan bantaran Bengawan Solo tepatnya di Desa Kebomlati, Jumat, 21 Agustus 2026.

Selepas sholat Jumat, warga dan panitia bergotong royong di kawasan tepian sungai. Mereka mengganti sejumlah bagian dermaga lama yang terbuat dari kayu dan bambu karena kondisinya mulai rapuh dengan material baru.

Perbaikan dermaga yang akan digunakan sebagai tempat Tukon Banyu Nggawan. (Foto: Suyono)

Selain memperbaiki dermaga, warga juga meratakan area yang akan digunakan untuk pagelaran wayang. Penataan dilakukan agar lokasi tersebut siap digunakan untuk rangkaian kegiatan deklarasi dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir.

Ketua Panitia Deklarasi, Syaiful Amin, mengatakan kerja bakti dilakukan sebagai bentuk kebersamaan warga sekaligus memastikan seluruh lokasi kegiatan siap digunakan.

“Persiapan ini kami lakukan bersama-sama dengan warga. Semangat gotong royong sangat terasa karena masyarakat ingin memberikan yang terbaik agar pelaksanaan Deklarasi Sabhyanadīpala berjalan lancar dan seluruh rangkaian acara bisa berlangsung dengan baik,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, lokasi pelaksanaan deklarasi nantinya akan terbagi menjadi dua bagian, yakni kawasan darat dan perairan Bengawan Solo. Area darat akan digunakan untuk seremoni deklarasi, sedangkan kawasan sungai menjadi lokasi pelaksanaan ritual Tukon Banyu Nggawan.

Perataan lahan untuk tempat pagelaran Wayang Blang Bleng. (Foto: Suyono)

“Konsep kegiatannya memang kami bagi menjadi dua, yakni di darat dan di air. Di darat akan menjadi tempat seremoni Deklarasi Sabhyanadīpala, sedangkan di air akan dilaksanakan Tukon Banyu Nggawan. Karena itu, kedua lokasi harus kami siapkan sebaik mungkin,” katanya.

Syaiful menambahkan, antusiasme masyarakat diperkirakan kembali terlihat saat pelaksanaan deklarasi. Berkaca pada kegiatan sebelumnya, warga Kebomlati dan masyarakat dari wilayah sekitar diperkirakan akan hadir dalam jumlah besar.

“Seperti sebelumnya yang sudah pernah kami laksanakan, kegiatan seperti ini pasti akan dihadiri seluruh warga Kebomlati dan sekitarnya. Perkiraan kami bisa seribu orang hadir saat deklarasi nanti,” pungkas Syaiful.

Terpisah, Kepala Desa Ngadirejo, Gatot Srikuntolo menyampaikan, jika persiapan pemberangkatan akan diawali dengan ritual sesuai adat.

Persiapan lokasi deklarasi dan mayoran tepat di pinggir Bengawan Solo. (Foto: Suyono)

“Ngadirejo sebagai lokasi pemberangkatan untuk menuju titik deklarasi dengan ngintir atau menyusuri Bengawan Solo. Sebelumnya akan kami persiapkan ritual khusus sesuai adat kami,” ujarnya.

Dimulai dengan tumpengan lengkap, ritual dilaksanakan di halaman Prasasti Canggu dan dermaga I rasyi.

“Di pelataran Prasasti Canggu, kami akan melaksanakan tumpengan dan doa bersama. Setelah itu bersama-sama kirab menuju ke dermaga di bawah jembatan Kare,” tambahnya.

Deklarasi Sabhyanadīpala menjadi momentum penting bagi masyarakat Tuban, khususnya warga yang tinggal di sepanjang tepian Bengawan Solo. Kegiatan tersebut menjadi representasi kepedulian masyarakat terhadap keberadaan sungai, tidak hanya dari aspek ekologi, tetapi juga budaya dan sejarah.

Senja di Bengawan Solo dari dermaga Kebomlati. (Foto: Suyono)

Semangat tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam setiap tahapan persiapan. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menata kawasan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Gotong royong menjelang deklarasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga Bengawan Solo dapat dimulai dari lingkungan masyarakat di tepian sungai. Melalui Sabhyanadīpala, warga berharap kepedulian terhadap kelestarian sungai dapat terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular