Jumat, 4 September 2026
spot_img
BerandaHeadlineBayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Wujud Syukur Orang Tua

Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Wujud Syukur Orang Tua

ALINEASATU.ID, Wonosobo – Seorang bayi laki-laki asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah diberi nama Muhammad MBG Subianto. Nama tersebut dipilih oleh kedua orang tuanya sebagai ungkapan rasa syukur atas manfaat yang mereka rasakan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bayi yang lahir pada 10 Juli 2026 itu merupakan putra ketiga pasangan Ambon Yasin dan Yuharni. Menurut sang ibu, nama “MBG” merupakan singkatan dari Makan Bergizi Gratis, sedangkan “Subianto” terinspirasi dari nama belakang Presiden Prabowo Subianto.

Yuharni mengaku keluarganya merasakan perubahan kondisi ekonomi setelah dirinya memperoleh pekerjaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan pelaksanaan Program MBG. Karena itu, ia dan suaminya sepakat mengabadikan momen tersebut melalui nama anak mereka sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar kelak sang anak tumbuh sehat, cerdas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ya saya kan kerja di MBG, saya suka dengan program itu, sangat membantu bagi pengangguran bisa bekerja. Jadi saya beri nama Muhammad MBG Subianto. Itu bisa jadi kenangan seumur hidup,” terangnya.

Kisah penamaan bayi tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet menganggap nama tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap program pemerintah, sementara yang lain menilai pilihan nama itu cukup unik dan menjadi perbincangan publik.

Di sisi lain, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonosobo menyampaikan bahwa unsur “MBG” pada nama bayi perlu disesuaikan dengan ketentuan administrasi kependudukan. Berdasarkan aturan pencatatan nama, singkatan tidak diperkenankan dalam dokumen kependudukan sehingga disarankan ditulis lengkap menjadi “Embege” apabila akan dicantumkan dalam dokumen resmi.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana sebuah program pemerintah dapat memberi kesan mendalam bagi sebagian masyarakat hingga diabadikan dalam nama anak mereka, sekaligus memunculkan diskusi mengenai aspek administrasi dan budaya dalam pemberian nama. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular