ALINEASATU.ID, Tangerang – Duel di babak quarter final yang mempertemukan pasangan Rovino AS/Michale Yo dengan Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan sesuai prediksi berlangsung sengit. Kedua pasangan saling ngotot untuk memenangkan pertandingan kali ini. Namun Rovino/Yo wajib mengakui kekuatan lawan. Pasangan ganda putra tempaan Platwil Indonesia Wilayah Tengah ini harus terhenti dengan kalah rubber game 18-21, 21-16, 10-21.
Pertarungan 40 menit tersebut terpaksa membuat Rovini/Yo angkat kaki dari Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix, dengan lapang dada kandas dari ganda putra unggulan keenam turnamen tersebut.
“Pertarungan tadi memang ketat sangat ketat. Gim pertama kami saling kejar poin, namun kalah. Di gim kedua bisa memanfaatkan kelengahan dan bisa ambil gim ke dua. Sayangnya di gim ketiga kami kedodoran dan kalah,” ujar Rovino usai pertandingan, Sabtu, 11 Juli 2026.
“Ke depannya kami akan lebih konsisten dan stabil dalam bermain serta evaluasi setiap hasil pertandingan, untuk persiapan pertandingan berikutnya,” pungkas pemain dari PB ONG Lamongan ini.
Sementara itu, Head Coach PB ONG, Anwar mengatakan, jika perjuangan hingga quarter final memang sangat ketat. Pemain wajib berjuangan hingga limit teratas kemampuan.
“Perjalanan hingga quarter final sangat ketat. Permainan hingga rubber game, bahkan sebelumnya. Pemain harus lebih konsisten dan bisa memotivasi diri untuk bisa melampaui batas kemampuan sendiri, agar di gim terakhir tidak mudah kehilangan momen permainan,” terangnya.
Di babak sebelumnya, Rovino/Yo berhasil kandaskan perlawan pasangan Malaysia Jia Yu Ho/Zhuo Jin
Lucas Yeo dengan staright game 21-9, 21-12. Lanjut ke babak 32 besar mampu kalahkan lawan senegara, pasangan Joko Setya Brawijaya/Edgard Vincent Lala dengan rubber game 21-14, 17-21, 21-18. Memasuki babak 16 besar, menang lawan pasangan senegara kembali dari Ya Aryyo/Bevin Danishy Mustofa 19-21, 21-10, 21-14.
Persiapan yang hanya satu minggu selepas Seleksi Platwil Wilayah Indonesia Tengah memang menjadi salah satu tantangan pasangan ini. Bagaimana kebugaran stamina menjadi salah satu faktor penting sebelum berduel di setiap turnamen. Apresiasi yang tinggi wajiblah disematkan untuk ganda putra remaja aset bangsa tersebut. (S)
Jurnalis: Suyono
Editor: Redaksi



