Senin, 7 September 2026
spot_img
BerandaBudayaPemdes Ngadirejo Rengel Gelar Peringatan Hari Jadi ke-668, Angkat Sejarah Prasasti Canggu....

Pemdes Ngadirejo Rengel Gelar Peringatan Hari Jadi ke-668, Angkat Sejarah Prasasti Canggu. Dorong Pelestarian Sejarah, Budaya dan Kebangkitan UMKM

ALINEASATU.ID, Tuban – Pemerintah Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, akan menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi Desa Ngadirejo ke-668 pada Selasa, 7 Juli 2026 di Rest Area Desa Ngadirejo.

Berbagai kegiatan budaya, hiburan, hingga bazar UMKM disiapkan untuk memeriahkan peringatan yang menjadi momentum pelestarian sejarah sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan menghadirkan beragam acara, di antaranya melukis dan mewarnai gerabah, pentas seni, panggung hiburan, bazar UMKM, serta hiburan Campursari Sangka Lelana. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Peringatan Hari Jadi Desa Ngadirejo ke-668 ini didasarkan pada catatan sejarah yang tertuang dalam Prasasti Canggu Tahun 1358 Masehi, atau bertepatan 7 Juli 1358 yang dikeluarkan oleh Raja Majapahit Hayam Wuruk.

Dalam prasasti tersebut disebutkan bahwa I-Rasyi atau yang sekarang menjadi Ngadirejo merupakan kawasan Naditira Pradesa, yaitu desa di tepian sungai yang memperoleh status istimewa berupa pembebasan pajak. Catatan sejarah tersebut menjadi dasar penetapan usia Desa Ngadirejo yang kini telah mencapai 668 tahun.

Kepala Desa Ngadirejo, Gatot Srikuntolo, mengatakan bahwa peringatan hari jadi desa bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, budaya, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Hari Jadi Desa Ngadirejo ke-668 merupakan momentum untuk mengenang perjalanan sejarah desa yang telah tercatat sejak masa Kerajaan Majapahit melalui Prasasti Canggu. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mencintai sejarah serta budaya yang dimiliki desa ini,” ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan sengaja dirancang agar mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata budaya Desa Ngadirejo

.”Kami berharap kegiatan ini menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah. Selain menikmati hiburan dan pertunjukan seni, pengunjung juga dapat melihat kreativitas warga, terutama kerajinan gerabah yang menjadi salah satu potensi unggulan desa,” imbuhnya.

Menurutnya, pelibatan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi masyarakat. Pemerintah desa bahkan menyediakan stan secara gratis bagi pelaku UMKM desa dan sekitarnya agar lebih banyak produk lokal dapat dipromosikan kepada masyarakat.

“Melalui Gebyar UMKM, kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Ketika budaya hidup, wisata tumbuh, dan UMKM bergerak, maka ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat. Harapan kami, Hari Jadi Desa Ngadirejo menjadi agenda budaya tahunan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga,” pungkas Pak Inggih, panggilan kesehariannya.

Pemerintah Desa Ngadirejo mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan Hari Jadi Desa Ngadirejo ke-668 sebagai wujud kecintaan terhadap sejarah, pelestarian budaya, serta dukungan terhadap produk-produk unggulan UMKM lokal.

Sesuai Prasasti Canggu, di kawasan tersebut selain Ngadirejo, desa lain yang tersebut yakni I- Pakebohan atau yang sekarang Kebomlati, dan I-Widang yang hingga sekarang tetap bernama Widang. (*)

Jurnalis: Suyono 
Editor: Redaksi
suyono
suyonohttp://alineasatu.id
Alinea satu Media adalah portal berita online nasional.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular