Sabtu, 12 September 2026
spot_img
BerandaHeadlineSoraya Cookies Hantar SMADALA Raih Gold Medal di World Youth Inventors Exhibition...

Soraya Cookies Hantar SMADALA Raih Gold Medal di World Youth Inventors Exhibition 2026

ALINEASATU.ID, Kuala Lumpur – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar dari Lamongan, Jawa Timur dikancah internasional dengan meraih Gold Medal (medali emas) di ajang pameran dan kompetisi inovasi internasional bergengsi bagi para peneliti dan inventor muda dari seluruh dunia ‘World Youth Inventors Exhibition 2026 (WYIE)’, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia 18-20 Mei 2026.

SMAN 2 Lamongan (SMADALA) mengharumkan nama Indonesia khususnya Lamongan  dan tampil sebagai juara dengan mengalahkan para peserta lainnya dari beberapa negara lain dengan mempresentasikan konsep proyek agrikultur berjudul ‘Soraya Cookies’.

Soraya Cookies meyajikan inovasi pangan yang sehat, juga relevan dengan potensi lokal Indonesia. Berbahan sorgum dikombinasikan dengan siswalan dan kelapa, sajian produk tersebut menjadi keunikan tersendiri yang mampu bersaing dengan kreasi kontestan lainnya, sehingga dinobatkan sebagai pemenang.

Kepala SMADALA Sofyan Hadi, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih di kancah internasional yang menjadi bukti bahwa pelajar Lamongan memiliki kualitas yang bersaing.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Siswa-siswi SMA Negeri 2 Lamongan kembali mampu menunjukkan bahwa mereka bisa bertanding dan bersaing di level Asia dengan meraih Gold Medal dalam ajang World Youth Invention and Exhibition (WYIE) di Kuala Lumpur, Malaysia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia, khususnya dari SMAN 2 Lamongan, memiliki kualitas, kreativitas, dan daya saing internasional,” tuturnya.

Booth ‘Soraya Cookies’ SMADALA ramai dikunjungi peserta lain di WYIE. (Foto: Dokumentasi SMADALA)

Sofyan menambahkan, pencapaian tersebut bukan akhir, namun awal untuk lebih bersemangat ke level internasional dan bisa menjadi motivasi sekolah, pelajar di kota lain di Indonesia. Dukungan dan kerjasama antara sekolah, guru, keluarga yang baik akan memberikan semangat yang luar biasa untuk pelajar.

“Kami berharap pencapaian ini bukan menjadi akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih tinggi lagi ke tingkat dunia. Semoga ke depan semakin banyak prestasi internasional yang diraih oleh siswa-siswi kami, baik di bidang inovasi, riset, maupun bidang lainnya.

Prestasi ini tentu tidak lahir dari kerja satu atau dua orang saja. Semua ini terwujud berkat kerja sama dan dukungan dari seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga para pembina yang terus mendampingi dan memberi semangat kepada anak-anak.

Kami percaya, ketika sekolah, keluarga, dan siswa berjalan bersama, maka lahirlah prestasi-prestasi luar biasa seperti ini. Semoga capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik sekolah, daerah, bangsa, dan negara di kancah internasional, “ pungkasnya.

Penilaian yang dilakukan dewan juri WYIE di area booth SMADALA. (Foto: Dokumentasi SMADALA)

Untuk bisa meraih prestasi itu tidaklah mudah. Tim WYIE SMADALA  berjibaku mempersiakan proyek tersebut hampir lima bulan sejak Januari 2026. Pada tahap pengembangan cookies (kue kering)  membutuhkan 4-5 kali  percobaan. Semangat pantang menyerah tim akhirnya berhasil menemukan komposisi akhir di Februari. Komposisi final itu selanjutnya melaju ke ajang kompetisi.

Menjadi momen klimaks kala tim SMADALA tampil dihadapan dewan juri pada 18-19 Mei. Kompetisi yang diikuti bukan hanya sekedar pameran, penilaian produk namun juga tim harus mampu mempresentasikan inovasi, nilai ilmiah, dan potensi pengembangan.

Dalam keikutsertaannya, sebanyak 40 potong produk dibawa sebagai sampel dan tester dan mendapatkan respon yang luar biasa. Booth pameran ramai dikunjungi oleh peserta lain hingga di hari pertama, sebanyak 20 cookies ludes.

Perihal kompetitior kuat, Pembimbing Tim, Gemilang  Surya Meahendra mengungkapkan, jika seluruh peserta membawa inovasi masing-masing yang kuat dengan keunggulannya. Banyak proyek yang sangat menarik dan layak diperhitungkan. Namun dalam kategori inovasi pangan, ia merasa percaya diri.

“Tentu ada. Dalam kompetisi internasional seperti ini, hampir semua peserta membawa inovasi yang kuat dan punya keunggulan masing-masing. Jika dilihat dari bidang agroteknologi secara umum, ada banyak proyek yang sangat menarik dan layak diperhitungkan, terutama inovasi yang fokus pada peningkatan produktivitas panen, efisiensi pertanian, hingga pengembangan solusi berbasis pangan dan lingkungan. Itu membuat kompetisinya cukup kompetitif. Lebih-lebih dari sesama Indonesia, terkhusus dari sumatera

Tim WYIE 2026 SMADALA di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Dokumentasi SMADALA)

Namun jika dipersempit ke kategori inovasi pangan atau produk makanan, kami cukup percaya diri karena tidak terlalu banyak peserta yang membawa produk dengan pendekatan seperti kami. SORAYA COOKIES hadir bukan hanya sebagai makanan, tetapi menggabungkan aspek kesehatan melalui konsep gluten-free dan tinggi serat, pemanfaatan pangan alternatif seperti sorgum, serta pengolahan komoditas lokal seperti siwalan dan kelapa. Jadi kami merasa punya diferensiasi yang cukup kuat,” terangnya.

Raihan Gold Medal ini menjadi prestasi puncak pertama yang diperoleh SMADALA dalam kompetisi yang digelar INNOPA (Indonesian Invention And Innovation Promotion Association) dalam skala Internasional sejak beberapa tahun belakangan. Dengan pencapaian tersebut, SMADALA berharap inovasi yang dihasilkan bisa membuka kesadaran bahwa bahan pangan lokal tidak kalah dengan negara lain.

“Ini Gold Medal pertama kami, sekaligus medali medal pertama yang diperoleh SMAN 2 Lamongan. saya mewakili teman-teman merasa sangat senang, bersyukur, dan bangga karena bisa membawa nama baik SMAN 2 Lamongan, Kabupaten Lamongan, sekaligus Indonesia di ajang internasional. Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya soal meraih gold medal, tetapi juga menjadi bukti bahwa pelajar daerah juga mampu bersaing, berinovasi, dan menunjukkan potensi di tingkat global.

Kompetisi ini memberi pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan, mulai dari proses riset, pengembangan produk, hingga bertemu peserta dari berbagai negara. Selain itu, pengalaman ini juga membangun rasa percaya diri kami untuk terus mengikuti kompetisi dan mengembangkan inovasi berikutnya. Harapannya, pencapaian ini juga bisa menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk berani berkarya, mencoba, dan percaya bahwa ide sederhana pun bisa berkembang menjadi sesuatu yang bernilai besar jika ditekuni dengan serius,” pungkas Gemilang.

Tim WYIE SMADALA yang berhasil meraih juara yakni, Amiirah daris Putri (XI-6), Chika Ariesta Nabilah (X-6), Nisrofil Imama (XI-9), Feni Nur Aulia Ramadhani (XI-10), M. Davi Dwi Kusuma (XI-11), Siti Rahma Nadya Novitasari (XI-11).

Jurnalis: Suyono
Editor: Redaksi
suyono
suyonohttp://alineasatu.id
Alinea satu Media adalah portal berita online nasional.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular