Minggu, 6 September 2026
spot_img
BerandaSportSiswa SMK Antartika 2 Sidoarjo Jadi Korban Tindakan Penyikutan di Ajang Futsal

Siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo Jadi Korban Tindakan Penyikutan di Ajang Futsal

ALINEASATU.ID, Sidoarjo – Aksi kurang sportif terjadi pada siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo. Satu pemain mengalami tindakan penyikutan pada event Umorfa Seisfucom pada Jumat (17/4/2026).

Kejadian tersebut bermula ketika pemain bernama Ripqi berduel dengan salah satu pemain dari SMA Antartika Sidoarjo. Tak lama setelah duel tersebut, pemain SMA Antartika melakukan tindakan penyikutan yang cukup serius terhadap Ripqi. Akibatnya, Ripqi langsung terkapar di lapangan sambil memegangi hidungnya yang terkena hantaman.

Setelah insiden penyikutan tersebut, suasana di pinggir lapangan sementara memanas. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan justru terlihat mengabaikan momen tersebut dan membiarkan permainan terus berjalan.

Melihat hal itu, pelatih SMK Antartika 2 Sidoarjo, Faiz Mubarroq, langsung melayangkan protes. Ia pun menghampiri wasit sambil memprotes keputusan yang dinilainya tidak adil. Dengan nada tinggi namun masih terkendali, Faiz mempertanyakan mengapa wasit tidak memberikan tanda pelanggaran (foul) atas aksi keras yang menimpa anak asuhnya, Ripqi. Menurutnya, tindakan tersebut sudah jelas melukai pemain dan seharusnya mendapat ganjaran kartu dari wasit.

‘’Usai kejadian , Ripqi segera dilarikan ke Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat tiba di rumah sakit, korban mengeluhkan sedikit sesak pada dadanya dan merasa kurang mendapatkan oksigen,’’ kata Pelatih Futsal SMK Antartika 2 Sidoarjo Faiz Mubarroq.

Tim medis pun segera melakukan pemeriksaan awal, Sementara itu, pelatih Faiz Mubarroq, beserta seluruh tim futsal SMK Antartika Sidoarjo turut mendampingi dan terus memantau perkembangan kondisi kesehatannya.

Saat Ripqi tengah menjalani perawatan di rumah sakit, salah satu siswa SMA Antartika yang terlibat dalam tindakan penyikutan tersebut menghampirinya. Ia datang dengan maksud meminta maaf atas kejadian yang telah menimpa Ripqi. Namun, dalam pertemuan itu, ia mengaku tidak mampu memberikan kompensasi untuk menutupi biaya pengobatan.

‘’ Biaya rumah sakit yang mencapai Rp 380 ribu rupiah akhirnya sayang tanggung sendiri,’’ ucap Faiz.

Setelah menjalani serangkaian perawatan di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo, tim medis akhirnya menyatakan bahwa kondisi Ripqi mulai membaik dan diperbolehkan pulang untuk beristirahat. Sebelum meninggalkan rumah sakit, tim medis juga memberikan resep obat untuk menunjang proses kesembuhannya. Ripqi pun diantar pulang oleh pelatih Faiz Mubarroq, serta teman-teman setimnya.

Di sisi lain, pelatih Faiz Mubarroq justru menunjukkan keteladanan sebagai pelatih untuk memastikan anak asuhnya pulih. Ripqi, jelasnya, sekarang sudah normal kondisinya. ‘’Namun, dia belum ikut berlatih. Dia masih dalam pemulihan,’’ ujarnya. (mas)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular