Kamis, 23 April 2026
spot_img
BerandaRegionalResmikan fasilitas Strategis BPBD Jatim, Perkuat Sistem Respon Bencana

Resmikan fasilitas Strategis BPBD Jatim, Perkuat Sistem Respon Bencana

ALINEASATU.ID, Sidoarjo – Perkuat sistem penanggulangan bencana di Jawa Timur terus digelar. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur di Kantor BPBD Jatim, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/4).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh gubernur sebagai simbol dimulainya operasional dua fasilitas baru tersebut. Kehadiran gedung ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur kelembagaan BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kian kompleks.

Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini bukan sekadar penambahan sarana fisik, melainkan langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola logistik kebencanaan yang lebih modern, tertib, dan akuntabel. Ia menyoroti pentingnya sistem distribusi logistik yang tepat agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan efisien saat kondisi darurat.

“Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta sistem FIFO yang optimal,” tegasnya.

Gedung Gerha Majapahit dengan luas 19 x 24 meter difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Di tempat ini, seluruh kebutuhan darurat seperti makanan siap saji, perlengkapan evakuasi, hingga peralatan teknis akan dikelola secara terintegrasi. Sementara itu, Gedung Olahraga BPBD berukuran 26 x 14,5 meter disiapkan sebagai ruang pembinaan fisik dan pelatihan personel.

Khofifah menambahkan, transformasi pengelolaan logistik berbasis digital menjadi keharusan di era saat ini. Sistem tersebut diharapkan mampu mendukung metode First In, First Out (FIFO), yakni memastikan barang yang lebih dulu masuk harus lebih dulu didistribusikan.

Menurutnya, penerapan ekosistem digital akan meningkatkan akurasi pencatatan sekaligus meminimalkan risiko penggunaan logistik yang telah melewati masa kedaluwarsa.

“Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Dengan FIFO, bisa dideteksi barang sesuai tanggal penggunaan. Jangan sampai ada logistik yang terdistribusi dalam kondisi tidak layak,” ujarnya.

Tak hanya soal infrastruktur, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem yang berpotensi dipicu fenomena El Nino. Ia meminta seluruh kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk penyediaan pompa air untuk daerah rawan kekeringan oleh Dinas PU Jatim. Upaya ini ditujukan untuk menjaga produktivitas pertanian agar indeks pertanaman tetap berada di angka optimal.

“Kita harus melakukan kewaspadaan berganda. Stabilitas pertanian dan ketahanan pangan harus tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa pembangunan kedua gedung merupakan bagian dari penguatan kapasitas organisasi, baik dari sisi logistik, operasional, maupun sumber daya manusia.

Ia menyebut, Gedung Gerha Majapahit dirancang sebagai pusat logistik yang representatif untuk menunjang penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, respons terhadap kondisi darurat diharapkan semakin cepat dan tepat.

Adapun Gedung Olahraga akan menjadi sarana peningkatan kebugaran sekaligus pelatihan bagi personel BPBD agar lebih tangguh menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Gatot juga mengungkapkan, proyek pembangunan kedua fasilitas tersebut dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025, dimulai sejak Juni hingga Desember selama 180 hari kalender. Pendanaan berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur dan perencanaan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Jatim.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini turut mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dengan hadirnya dua fasilitas baru ini, Pemprov Jatim optimistis kapasitas penanggulangan bencana akan semakin solid, responsif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.(*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular