ALINEASATU.ID, Lamongan – Seru! suasana itu terlihat di SDN 2 Kedungwangi saat nonton bareng (nobar) pemutaran perdana film tentang Bullying atau Perundungan yang digelar di sekolah dasar tersebut, Kamis 2 April 2026. Antusiasme guru, murid dan wali murid sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB meski acara nobar dilaksanakan pukul 09.00 WIB.
Nobar digelar dengan menggunakan dua ruang kelas, sehingga semua penonton bisa mengikuti rangkaian acara yang telah disusun oleh Giotama Edutainment dan Nalendra Bhumi Karya sebagai pelaksana produksi dan edukasi.
Sesaat film diputar, langsung terdengar teriakan terkejut, bahagia bahkan haru dari semua yang hadir nobar, baik dari guru, siswa dan wali murid.

Kepala SDN 2 Kedungwangi, Ririn Suryadanarti saat memberikan wejangan kepada murid dan wali murid tentang bullying atau perundungan sebelum nobar. (Foto: Suyono)
Kepala SDN 2 Kedungwangi, Ririn Suryadanarti menyampaikan terima kasih atas terpilihnya sekolah dasar ini menjadi tempat produksi film pendek untuk pertama kalinya.
“Terima kasih kami ucapkan atas terpilihnya sekolah ini sebagai tempat untuk menggelar produksi dan pemutaran film pendek tentang bullying atau perundungan yang pertama kali di Lamongan,”tuturnya.
Tambah Ririn, tema anti bullying atau perundungan sangat penting untuk sekolah dasar. Dimana anak-anak membutuhkan pondasi untuk pembentukan karakter yang baik.
“Ini sangat luar biasa. Tema ini sangat mengena di lembaga kami, khususnya untuk pendidikan dasar sangat penting, karena pada anak-anak menjadi pondasi penting pembentukan karakter,” tambahnya.

Seluruh undangan mengikuti ice breaking sebelum pemutaran film anti bullying. (Foto: Suyono)
Lebih lanjut, ia menuturkan antusias murid dan wali murid dalam mengikuti proses produksi film diharapkan bisa menambah pengalaman sebagai pemeran antagonis dan protagonis.
“Semoga kegiatan ini bisa menambah pengalaman bagi murid, guru dan wali murid dalam memerankan tokoh dalam film,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan nobar dan anti bullying disusun sedemikian rupa sehingga menarik untuk diikuti. Diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Lamongan, Bersholawat, menonton film tiga dimensi hingga film anti bullying.
Di kesempatan yang sama, Nurhalimah wali murid mengatakan kegiatan itu sangat memberikan pendidikan untuk para murid, guru dan wali murid.
“Film ini sangat memberikan pelajaran bagi kami yang menonton. Sehingga kami sebagai orang tua bisa menjaga anak-anak kami supaya tidak melakukan bullying atau perundungan seperti dalam film,” tuturnya.
Edukasi Anti Bullying atau Perundungan yang dilaksanakan menyasar untuk tingkat pelajar dan sekaligus memberikan edukasi tentang pembuatan film pendek dengan menggunakan hape.
Ketua Produksi Bayu Fazari menyampaikan, untuk membuat produksi film edukatif bisa menggunakan peralatan yang ada, seperti hape yang kita miliki. Asal pengambilan gambarnya benar dan sesuai dengan cerita yang dibuat.
“Pembuatan film pendek bisa menggunakan hape yang kita miliki, jadi tanpa kamera canggih khusus film juga bisa,” ujarnya.

Foto bersama seluruh guru, murid dan wali murid yang terlibat dalam produksi dan nobar film anti bullying. (Foto: Suyono)
Lanjut Bayu, meski tanpa kamera mahal dan hanya menggunakan hape, serta didukung dengan narasi yang baik, akan menghasilkan film yang bagus.
“Dengan teknik pengambilan gambar yang benar, narasi yang baik bisa menghasilkan film yang enak ditonton,” tegasnya. (*)
Jurnalis : Suyono
Editor : Redaksi



