ALINEADATU.ID, Surabaya – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan RT 06 RW 02, Kelurahan Sukomanunggal, Surabaya. Lahan-lahan kosong di sekitar pemukiman yang dulunya tidak terurus dan kosong, kini disulap menjadi area hijau yang produktif melalui konsep urban farming.
Sejak 5 Maret 2026, pengurus RT bersama warga setempat bergotong-royong mengubah wajah lingkungan mereka dengan menanam ratusan bibit cabai. Program yang diberi tajuk “Cabai Berjaya Sukomanunggal” ini tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga.

Cabai menjadi pilihan urban farming warga Sukomanunggal Surabaya dengan memanfaatkan lahan kosong sekitar rumah. ( Foto: Suyono)
Ketua Pelaksana Program, Padriyanto, menjelaskan bahwa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Pihaknya memanfaatkan berbagai media, mulai dari pengolahan tanah langsung hingga penggunaan galon bekas sebagai pot tanaman.
“Kami memilih cabai karena tanaman ini sangat tangguh. Cabai bisa tumbuh subur meski di lahan sempit atau hanya menggunakan media galon bekas. Selain itu, harga cabai di pasar sering fluktuatif, jadi ini peluang bagus untuk membantu ekonomi warga,” ujar Padriyanto saat ditemui di lokasi, Rabu (18/03).
Sebagai langkah awal, warga telah menanam sedikitnya 300 bibit cabai siap tanam. Tak berhenti di situ, warga juga mulai melakukan penyemaian secara mandiri dengan memanfaatkan biji cabai dari dapur rumah tangga untuk memastikan keberlanjutan program.
“Untuk tahap pertama ada 300 bibit. Kami juga mengajari warga cara menyemai sendiri dari cabai rumahan agar nantinya setiap rumah punya stok bibit secara berkelanjutan. Harapannya, tidak ada lagi lahan sejengkal pun yang menganggur dan gersang,” tambahnya.

Galon bekas digunakan sebagai pot cabai. (Foto: Suyono)
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi dalam merawat pohon cabai tersebut. Program ini menargetkan penambahan luas area tanam secara rutin, dengan target jangka pendek menciptakan minimal 1 m² lahan produktif baru setiap minggunya di area-area sisa.
Melalui gerakan ini, warga RT 06 RW 02 Sukomanunggal berharap dapat menginspirasi wilayah lain di Surabaya untuk mengubah lahan pasif menjadi aset yang hijau dan menghasilkan nilai ekonomi tambahan. (*)



