Kamis, 23 April 2026
spot_img
BerandaRegionalRakor Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik 2026 di Jawa Timur

Rakor Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik 2026 di Jawa Timur

ALINEASATU.ID, Surabaya – Pemudik masuk ke Jawa Timur diprediksi akan sebanyak 24,90 juta orang pada arus mudik 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkordinasi lintas sektor untuk mengambil berbagai langkah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Surabaya, Senin (9/3).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran TNI-Polri dan instansi menghadiri rakor tersebut guna mematangkan strategi pengamanan serta pelayanan bagi masyarakat selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.

Khofifah menyampaikan, jumlah pemudik yang menuju Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 Maret 2026.

“Momentum Idulfitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk mudik, silaturahmi, maupun kegiatan ekonomi lainnya. Karena itu kesiapan seluruh sektor harus dipastikan sejak dini,” ujarnya.

Jumlah penumpang angkutan umum masa lebaran 2026 diperkirakan mencapai 7,7 juta orang, meningkat sekitar 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 7,3 juta penumpang. Angka tersebut mencakup moda kereta api, bus, kapal laut, penyeberangan hingga pesawat udara.

Menyikapi dan antisipasi hal tersebut, Pemprov Jatim menyiapkan 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 perjalanan.

Selain itu, sebanyak 8.991 personel gabungan dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, serta sektor transportasi laut dan penyeberangan dikerahkan guna mendukung pengamanan dan kelancaran arus mudik.

Pemprov Jatim juga membuka Posko Angkutan Lebaran untuk memantau pergerakan penumpang dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan sejak dini. Program Mudik Gratis kembali digelar dengan moda bus, kapal laut, serta layanan pengangkutan sepeda motor bagi masyarakat.

Khofifah menambahkan, kesiapan ekstra diperlukan karena periode mudik Lebaran 1447 Hijriah berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan di jalur menuju Bali, terutama di kawasan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Selain transportasi, Pemprov Jatim juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan dengan melibatkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional serta 2.852 pengemudi ambulans. Layanan darurat masyarakat juga diperkuat melalui pusat layanan Public Safety Center 119.

“Seluruh pihak diharapkan mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman selama perayaan Idulfitri,” kata Khofifah.

Jurnalis : Suyono
Editor : Redaksi
suyono
suyonohttp://alineasatu.id
Alinea satu Media adalah portal berita online nasional.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular