ALINEASATU.ID, Surabaya – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memuji sistem pengelolaan sampah di Surabaya yang dinilai sudah maju dan mendekati standar yang diterapkan di sejumlah kota di Eropa. Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Kota Pahlawan.
Menurut Hanif, sistem pengelolaan sampah di Surabaya tidak hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir, tetapi juga menerapkan konsep pengurangan sampah sejak dari sumber, pemilahan, hingga pengolahan menjadi energi, Jumat (6/3/2026).
“Pengolahan sampah di Surabaya ini sudah sangat baik. Sistemnya terintegrasi mulai dari masyarakat, bank sampah, hingga pengolahan teknologi. Ini sudah mendekati standar yang diterapkan di kota-kota di Eropa,” ujar Hanif dalam keterangannya.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, timbulan sampah di kota tersebut mencapai sekitar 1.600 hingga 1.800 ton setiap hari, baik sampah organik maupun anorganik. Volume tersebut dihasilkan dari aktivitas sekitar tiga juta penduduk Kota Surabaya serta mobilitas warga dari daerah sekitar.
Sebagian besar sampah tersebut kemudian diolah melalui berbagai sistem pengelolaan, termasuk jaringan bank sampah di tingkat masyarakat dan fasilitas pengolahan modern di TPA Benowo. Tempat pengolahan sampah ini mampu mengubah sampah menjadi energi listrik melalui teknologi waste to energy.
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, sebelumnya menjelaskan bahwa dari total timbulan sampah tersebut, sebagian sudah direduksi melalui program pemilahan dan pengolahan di tingkat masyarakat sehingga volume yang masuk ke TPA dapat ditekan.
Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah di Surabaya tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah menjadi kunci. Dengan cara itu, jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa terus ditekan,” kata Eri.
Pemerintah pusat berharap sistem pengelolaan sampah yang diterapkan Surabaya dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mengembangkan pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)



