Minggu, 27 September 2026
spot_img
BerandaStraightNewsJeritan Warga Planet Green Lamongan: Air Bersih Hak Dasar Kami!

Jeritan Warga Planet Green Lamongan: Air Bersih Hak Dasar Kami!

Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban emak – emak menggelar aksi protes di Kantor Perumahan Planet Green Tambora, Lamongan. (Foto: Pokja Wartawan Lamongan).

ALINEASATU.ID, Lamongan – Emak – emak Perumahan Planet Green Tambora meluapkan amarahnya dengan tumpah di jalan. Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban emak – emak menggelar aksi protes dengan melakukan longmarch dari Masjid Raya Al Kautsar menuju Kantor Pemasaran Tambora pada Sabtu 26 Septber 2026 siang.

Aksi yang sempat tertunda dari jadwal semula pada Jumat, 25 September 2026, ini dipicu oleh krisis air bersih menahun dan janji manis PDAM yang dinilai hanya menjadi “angin surga” selama dua bulan terakhir. Warga menuntut hak paling mendasar sambil membentangkan spanduk bertuliskan “AIR BERSIH HAK DASAR!” dan meneriakkan yel-yel “Air Untuk Semua!”.

“Koordinator Warga Perumahan Planet Green Tambora, Nusa Indah meluapkan kekesalannya akibat pasokan air yang digilir tidak merata. Warga bahkan harus begadang demi mendapatkan setetes air.

“Kita butuh air setiap hari, bukan giliran! Masa malam disuruh menunggu air seperti ngepet air, lebih baik ngepet uang bisa kaya uang!” ujar Indah dengan nada tinggi.

Warga menuntut transparansi anggaran PDAM, perbaikan jalan paving yang mangkrak, serta keadilan distribusi air. “Kalau tidak bisa, kembalikan uang kami. Bangunan ini harus di-blacklist, ini sudah masuk penipuan konsumen!” tegasnya.

Merespons tuduhan tersebut, pihak developer Perumahan Tambora, H. Kadimun, justru balik menyalahkan kinerja PDAM Kota. Ia mengaku siap pasang badan dan menuntut kejelasan dari jajaran direksi PDAM.

“Saya mau ke PDAM Kota ketemu direktur. Harus ada kepastian lancar setahun, dua tahun, sepuluh tahun monggo ngomong, jangan PHP (Pemberi Harapan Palsu)!” tantang H. Kadimun.

Meski begitu, ia mengakui bahwa pemenuhan air untuk sekitar 950 Sambungan Rumah (SR) di perumahan tersebut memang belum berjalan maksimal.

Di sisi lain, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan meminta warga untuk bersabar. Kepala Bagian Teknis PDAM, Alfian, menjelaskan bahwa kondisi saat ini masih dalam tahap trial (uji coba) teknis.

“Ini masih trial, kita prioritaskan pasokan dari arah selatan bekerja sama dengan PT AB sekian liter per detik. Realitasnya pasokan air memang belum cukup, makanya sempat kita gilir 3 hari sekali, dan sekarang dicoba trial 1 hari sekali,” jelas Alfian.

Alfian menambahkan, solusi jangka pendek dan panjang sedang disiapkan. Pada Oktober mendatang, akan ada tambahan pompa dari PT Agung. Sementara untuk tahun depan, kapasitas akan digenjot melalui penambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Plosowahyu sebesar 100 liter per detik.

Aksi demonstrasi yang berlangsung hingga sore hari tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan hitam di atas putih yang mengikat pihak pengembang.

Berikut adalah 6 poin utama hasil kesepakatan Sabtu 26 September 2026, walau sebagian poin yang masih perlu dirapatkan warga semua tiap satu bulan.

Tanggung Jawab Fasilitas, “Developer bertanggung jawab penuh atas seluruh fasilitas perumahan dan wajib transparan soal biaya PDAM.

Jaminan Air PDAM, “Developer menjamin air mengalir lancar dan merata tanpa sistem gilir yang merugikan warga dalam waktu maksimal 2 bulan.

Droping Air Darurat, “Menyediakan bantuan air bersih gratis selama masa kekeringan atau gangguan pasokan.

Perbaikan Paving, “Memperbaiki fasilitas jalan paving yang mangkrak dalam kurun waktu 3 bulan.

Infrastruktur Waduk, “Melakukan pemasangan ulang pipa dan pompa waduk dalam waktu 3 bulan.

Tarif dan Transparansi, “Iuran warga ditetapkan tetap Rp 7.000, disertai laporan keuangan yang wajib diserahkan ke RT/RW setiap bulan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular